BANYUWANGI — Ikatan alumni Pondok Pesantren Raudlatut Thalabah (RTS) Setail, yang tergabung dalam wadah IMAROH (Ittihadul Mutakhorijin Pondok Pesantren Raudlatut Thalabah), sukses menggelar acara Silaturahim Nasional (SILATNAS) ke-3. Acara yang disiarkan langsung melalui kanal RAUDLATUT THALABAH TV ini mempertemukan perwakilan alumni dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Jawa, Sumatera, Bali, hingga Lombok.

Pertemuan agung ini digelar dalam rangka memperingati rangkaian pra-Haul Almaghfurlah K.H. Badril Munir ke-49, Ibunda Nyai Ruqoyah, dan K.H. Abdul Aziz, sekaligus memperingati hari lahir Pesantren Raudlatut Thalabah yang ke-71 (berdiri pada 13 September 1955).

Hadir memberikan arahan dan mau'idhoh hasanah, Romo K.H. Masruhin Abah Hidayah menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas khidmah para alumni. Beliau menekankan bahwa kepedulian terhadap pondok pesantren adalah salah satu wujud birrul walidain (berbakti kepada orang tua dan guru).

Dalam sesi musyawarah yang dipandu oleh moderator Ust. Ahmad Sholeh dan narasumber Dr. Zaki Almubarok, SILATNAS kali ini menghasilkan beberapa keputusan dan agenda strategis yang padat dan informatif, di antaranya:

1. Penyeragaman Rutinan Istighosah Albadriah
Untuk menjaga sanad dan ciri khas spiritual santri, forum menyepakati pelaksanaan Istighosah Albadriah di setiap koordinator daerah (Orda) IMAROH. Waktu pelaksanaannya disesuaikan dengan kearifan dan jadwal masing-masing wilayah agar tetap berjalan istiqamah.

2. Integrasi Alumni Gen Z dan Sinergi Lintas Generasi
Menyikapi tantangan zaman, IMAROH menyoroti pentingnya merangkul alumni muda (Gen Z) agar aktif berorganisasi. Strategi yang disiapkan meliputi penghidupan kembali kegiatan santri berbasis kedaerahan saat masih di asrama, optimalisasi media sosial resmi RTS, pembuatan grup WhatsApp khusus pasca-boyong, serta kewajiban memiliki seragam IMAROH bagi santri yang telah lulus.

3. Pengukuhan Pengurus Cabang Baru
Acara ini juga menjadi momentum peresmian kepengurusan. Dalam SILATNAS ke-3 ini, Pengurus Pusat mendaulat dan mengukuhkan kepengurusan IMAROH untuk Cabang Banyuwangi, Cabang Purwokerto, dan Cabang Bali.

4. Optimalisasi Ianah (Dana Abadi) & Pengembangan RTS 2
Terkait infrastruktur, pesantren kini tengah memperluas lahan dan telah merintis cabang baru, yakni RTS 2 di daerah Dasri yang akan difokuskan sebagai pusat program Tahfidzul Qur'an. Guna mendukung program ini dan kemajuan pesantren secara umum, forum merumuskan Standard Operating Procedure (SOP) pengelolaan Ianah (kontribusi alumni). Konsep donasi akan diklasifikasikan menjadi donatur tetap bulanan, donatur keliling (koin/kaleng), dan donatur spontanitas.

Acara ini ditutup dengan ramah tamah dan komitmen kuat dari perwakilan tiap daerah untuk terus mengirimkan santri-santri baru dan mendukung eksistensi PP Raudlatut Thalabah Setail ke depannya.